Cuma Keluyuran

Bukan Jalan-Jalan Cuma Keluyuran

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

Minggu, 28 Juni 2015

Seuntai Cerita Tentang Negeri Serumpun Sebalai, Pulau Bangka (Part Two)

View from Bumi Asih Hotel
Day-2 (Minggu 9 Februari 2014)

Hoamm.. Pagi itu kaki masih terasa pegal, seperti biasanya saya bangun lebih awal sebelum matahari nongol. Menurut saya pas lagi travelling gini emang wajib banget bangun pagi karena sayang banget kalau waktu kamu habis cuma buat tidur doang. Masalahnya moment  di setiap tempat/ kota yang kita kunjungi itu belum tentu bisa diulang lagi. Betul kan? Apalagi di Bangka saya cuma 2 (dua) hari, jadi bener-bener memaksimalkan waktu yang ada.

Gambar di samping, saya ambil dari tempat saya menginap. Nama tempatnya Hotel Bumi Asih, ini lokasinya di tengah-tengah Kota Pangkal Pinang. Aksesnya dipinggir jalan utama. Jalan utamanya aja sepi banget gitu kan? Hehe.. Udah pastilah bebas dari macet. Enaknya menginap disini, kamu gampang kalau mau kemana-mana.

Habis selesai bersih-bersih dan makan pagi, sebetulnyas aya masih agak bingung mau ekplorasi kemana lagi? Saya pun inisiatif buat browsing dan tanya-tanya ke mbak-mbak resepsionis hotel tentang objek wisata apa saja yang ada di Pangkal Pinang. Taraaa.. Akhirnya saya pegang beberapa list destinasi yang bisa dikunjungi dengan sisa waktu yang ada. Enggak lama berselang, mobil yang kami sewa pun datang dan kami melanjutkan penjelajahan di Bumi Penghasil Timah.

PANTAI PASIR PADI

Incaran pertama kami yaitu Pantai Pasir Padi. Pantai ini hanya berjarak 7 km dari tempat kami menginap. Jalanan pagi itu pun masih lengang & cuaca juga masih sejuk, jadi nnggak perlu waktu lama untuk sampai ke tempat ini, Terletak di pusat kota, Pantai Pasar Padi merupakan salah satu pantai yang paling banyak dikunjungi warga setempat pada saat akhir pekan. Tapi sayangnya, walaupun terletak di pusat kota pantai ini tidak bisa diakses dengan transportasi umum, yang artinya kami harus bawa kendaraan sendiri.
Mimin di Pantai Pasir Padi
Sebetulnya sih nggak jauh berbeda dengan pantai-pantai yang pernah saya kunjungi, namun pantai ini memiliki keistimewaan memiliki garis pantai yang lebar sehingga sangat aman jika kita membawa putra/i yang masih kecil untuk bermain di tepi pantai. Kontur pantainya pun landai dan ombaknya sangat tenang. Disana kamu bisa berenang, membuat istana pasir ataupun hanya sekedar berjalan di tepi pantai. 

Di sepanjang tepi pantai juga banyak pengrajin kerang (hasil industri rumahan) yang menjajakan dagangannya dan kamu beli itu sebagai cinderamata untuk kerabat ataupun teman terdekat. Tapi kalau saya lihat pantai ini secara infrastruktur masih sangat minim, butuh banget support dari Pemda setempat untuk pengembangannya. Mulai dari pembangunan tempat menginap/ hotel yang sesuai standar, penataan rumah makan/ restaurant, pengembangan fasilitas olah raga air, dan penambahan sarana transportasi sehingga mudah untuk diakses. Coba kita lihat Pantai Kuta di Bali, menurut saya pantainya biasa aja tapi tetep aja jadi destinasi utama buat para traveller baik lokal maupun mancanegara, ya karena Pemda Bali support banget dan semua fasilitas ada di Daerah Legian-Kuta. Disini saya nggak terlalu banyak melakukan aktifitas, cuma sekedar berjalan di tepi pantai.
Landscape Pantai Pasir Padi (Photo by : Retnobanarti)

BANGKA BOTANICAL GARDEN (BBG)

Dari Pantai Pasir Padi, kami bergegas untuk menyambangi destinasi kedua yaitu Bangka Botanical Garden (BBG). Lokasinya nggak jauh dari Pantai Pasir Padi, kurang dari 30 menit kami sudah sampai di Bangka Botanical Garden (BBG). Kalau kamu menuju Pantai Pasir Padi, objek wisata BBG berada sebelum Pasir Padi.

Kepulauan Bangka Belitung emang terkenal dengan surganya pantai, pantai dapat dengan mudah kamu jumpai di sepanjang pesisir Bangka. Tapi pasti bosen juga kali ya, main ke pantai mulu. Nah, buat sobat CK yang nanti main ke Bangka, tempat ini bisa masuk ke dalam list kamu. Apalagi yang punya anak kecil, selain asri tempat ini pas banget karena bisa jadi tempat refreshing sekaligus tempat edukasi tentang konsep pertanian, perternakan. dan perikanan

BBG merupakan kawasan agrowisata dengan luas lahan +/- 300 hektar. Untuk masuk ke area ini pengunjung tidak dikenakan biaya retribusi tiket alias GRATIS, kamu cukup meninggalkan KTP sama petugas jaga di pos masuk gaes. Kamu juga diperbolehkan membawa kendaraan masuk ke kawasan lahan untuk berkeliling-keliling area kebun wisata ini. Nggak rekomen buat jalan kaki, soalnya kawasan ini luas banget, tapi kalau kamu yang punya waktu banyak dan hobi trekking monggo aja. Hehehe...

Memasuki kawan ini kamu akan disuguhi deretan pohon cemara yang rindang di sepanjang tepi kanan dan kiri jalan yang kamu lewati. Suasana asri, adem dan menyejukan langsung kamu rasakan. Di dalamnya terdapat tanaman sayur mayur, buah-buahan, pemancingan dan peternakan sapi (perah & sapi daging) yang memang sengaja dibudidayakan. Konon sih kabarnya lokasi BBG ini bekas penambangan timah makanya tanahnya kurang subur, tetapi setelah direlokasi dan digarap kawasan ini berubah menjadi kawasan agrowisata yang subur dan sejuk.
Rindangnya Bangka Botanical Garden (Photo by : ZonaBangkaBelitung)
Selain melihat tanaman budidaya, di kawasan ini juga terdapat area pemancingan yang cukup luas dimana dipinggir-pinggirnya berjejer gazabo-gazebo kecil untuk beristirahat. Disini kamu juga mengajak putra/i kamu untuk melihat peternakan sapi perah. Sapi perah ini memang sengaja diternak untuk dibuat susu murni & yogurt yang dijual di depan kompleks pintu masuk BBG. Seru kan? Tapi selama di perjalanan saya paling interest melihat budidaya buah naga. Penataannya bagus banget dan rapih. Kayak gini nih..
Budi Daya Buah Naga
Area Pemancingan (Photo by : EnjoyBabelIsland)
Menurut saya kawasan ini secara konsep nggak jauh berbeda dengan Taman Buah Mekar Sari ataupun Taman Bunga yang ada di Cipanas. Walaupun kondisinya tanahnya yang tandus dan belum digarap secara maksimal, namun keadaan di dalamnya cukup rindang kok.

MUSEUM TIMAH

Masih di Pangkal Pinang, objek wisata terakhir yang saya sambangi yaitu Museum Timah. Letaknya tepat berada di belakang Hotel Bumi Asih (tempat saya menginap), Jalan Ahmad Yani No. 179. Museum ini dikelola oleh PT. Tambang Tima (Persero) Tbk. Untuk masuk ke museum ini pengunjung tidak dikenakan biaya sepeser pun. Yah, seperti biasanya walaupun sudah tidak dikenakan biaya (0 IDR) minat masyarakat untuk mengunjungi museum masih sangat rendah. Termasuk saya sih sebenernya! Agak males buat masuk ke museum (jangan ditiru ya).

Entah deh program apa yang bisa menimbulkan gairah masyarakat untuk cinta sama museum. Semoga nantinya pemerintah dalam hal ini dinas pariwisata punya program yang menarik biar masyarakat bisa antusias pergi ke museum. Sejauh ini yang saya lihat kan emang yang rajin datang ke museum cuma pelajar, itu pun karena ada program dari sekolah. Harapannya sih tentu kedepannya museum bisa menjadi tempat yang mengasyikan!

Oh ya.. dari beberapa sumber yang saya baca, Museum Timah yang di Pangkal Pinang ini merupakan satu-satunya museum timah yang ada di Indonesia bahkan di dunia. Jadi, buat sobat CK pecinta sejarah wajib banget kulik tempat ini. Di tempat ini kamu bisa belajar sejarah pertambangan timah di Bangka serta teknologi pertambangan yang digunakan dari jaman Belanda hingga terkini.

Me & Mom @ Musem Timah
KULINER-an "Pempek, Martabak & Otak-Otak"

Sebelum ke hotel kami menyempatkan waktu dulu untuk kulineran dan mampir ke pusat oleh-oleh. Selain terkenal dengan pantai-pantainya yang menawan. Bangka juga terkenal sama pempeknya nggak kalah enaknya sama pempek Palembang. Kami pun langsung diantar ke kedai pempek oleh pak supir. ternyata di kedai itu selain pempek dijual juga martabak telor. Nah bedanya sama martabak telor di Jakarta, martabak telor isinya di mixed sama sayuran (seperti timun, wortel & kentang) dan ukurannya juga lebih besar. Ini ajiiiib banget bro, serius nggak bohong kuahnya juga pakai kuah pempek, jadi lebih terasa makyoos.

Beranjak dari situ, kami langsung di antar lagi ke penjual otak-otak yang katanya pak supir sih, paling ramai se-Pangkal Pinang. Namanya tempatnya: Otak-Otak Amui. Untuk dapat satu kotak otak-otak ikan tenggiri ini kami harus menunggu cukup lama, mungkin ada kali ya 20 menitan. Pokoknya kalau sobat CK ke Pangkal Pinang, wajib banget coba 3 (tiga) makanan ini. Tapi maaf banget mimin lupa catet harganya, dan lokasinya plus lupa juga buat foto penampakannya.

Pukul 11.00 WIB kami putuskan untuk kembali ke hotel dan packing, sambil rehat sejenak karena sore harinya kami harus kembali lagi ke Jakarta. Back to routine, Work! Bye Negeri Serumpun Sebalai, Semoga dilain waktu saya juga punya kesempatan untuk mengunjungi Negeri Laskar Pelangi. Selamat berlibur good people, semoga menginspirasi untuk rencana keluyuran kamu..


FYI!
Harga Sewa Mobil : Kisaran 300.000 - 350.000 IDR/ Hari (include driver).
Destinasi :
  1. Pangkal Pinang : Pantai Pasir Padi, Museum Timah & Bangka Botanical Garden (BBG)
  2. Sungailiat : Vihara Fathin San, Taman Teratai Dewi Kuan Yin, Pantai Tanjung Pesona & Pantai Parai
  3. Muntok : Wisata sejarah di Bukit Manumbing (tempat pengasingan Ir.Soekarno). Sayangnya saya nggak sempat ke sini, karena waktunya yang mepet.
Kuliner: Mie Koba, Kopi Tung Tau, Pempek, Martabak & Otak-otak khas Bangka.
Tiket : PP CGK-Pangkal Pinang  +/- 1.000.000 IDR (Weekend)




2 komentar:

Ada pertanyaan atau mau share pengalaman? Silahkan..

Post Top Ad

Your Ad Spot